Friday, 15 June 2007

Jiwa yang terhempas...

Pelarian...

perahu yang terbuat dari batang kayu itu perlahan merayap membelah kelamnya air sungai mamberamo...tidak terlalu cepat mereka memacu bahkan mesin perahu pun ditutupi helaian tebal berbahan terpal sembunyikan suara, layaknya mereka berlima dalam perahu, yang duduk bersijajar tanpa berkata...

Dalam kegelapan... laju perahu berbanding terbalik dengan irama degup jantung mereka, telapak tangan yang basah oleh keringat meskipun berulangkali diusapkan pada kaki celana...

"hanya 1 kilometer lagi jarak menuju tempat itu rowi...aku sudah melihatnya..." fred ingin sekali meneriakkan kata-kata itu kepada kawannya yang memegang kendali mesin, Rowi..satu diantara mereka berlima yang paling mahir mengemudikan perahu, lelaki pada usianya kurang lebih 25 tahun, tinggi kekar berkulit hitam tidak legam, dengan wajah yang keras, mata yang tajam dan bulu dihampir seluruh tubuhnya..benar2 menggambarkan sosok lelaki gagah dan menyeramkan...dan sesungguhnya bila telah mengenal Rowi, ia lelaki yang menyenangkan sebagai teman, disegani dan dihormati sebagai pemimpin kelompok dan bila ia mengeluarkan suaranya dalam nyanyian...seorang musuhpun akan bersahabat sejenak untuk mendengar lembut bariton mengalun merdu...

Namun disaat seperti saat ini...rowi adalah sesiap bak harimau yang terluka..matanya menyalang pandang sekeliling tepian sungai bak mata kelelawar menembus pekat udara bahkan seperti mampu menembus rapat kerumunan belukar bakau dimana barangkali saja bersembunyi dalam diam namun
mengincar dengan sorot mata kematian..dengan nafas yang menderu dendam, seorang dua musuh yang setiap saat bisa saja menembakkan peluru, memecahkan tempurung kepala...


Meeting Point
19 Juni 2007

"alpha to charlie delta...please report your situation, over.."
hening...
"alpha to charlie delta...please report your situation, over.."

Tom Burner bukannya tidak mendengar 'Calling transmit' itu karena headset yang jelas merekat erat di telinga kanan, menghantar tanpa hambatan gelombang suara dari perangkat komunikasi canggih yang menghubungkan dirinya dengan sandi 'charlie delta' dan seseorang dengan sandi 'alpha' yeng tentunya saat ini sedang berada didalam ruang komunikasi sebuah kapal induk militer di perairan internasional...

Tom membiarkan panggilan itu berulang...
sekali lagi ditatapnya angka-angka digital yang timbul pada layar datar sebentuk benda menyerupai pesawat telepon selular tergenggam erat ditangannya, sebuah GPS Garmin, sambil sesekali mengangkat pandangan menyapu sekeliling...laut kelam berombak mengguncang halus 'marine boat' yang mereka berendap diatasnya menjaga keseimbangan yang tergoda...ya, sore tadi mereka sudah bersiap melepas lelah berbaring diatas veld bed masing-masing, saat suara commander terdengar melalui intercom..menyebut nama-nama mereka dan meminta untuk segera menghadap..

"....immediately to be ready in my chamber, a minute!"
"yes Sir!" jawab mereka hampir bersamaan seraya meloncat dari bed dan bergegas meraih seragam..

Briefing diberikan singkat dan mereka berfikir cepat..secepat jawaban "yes Sir!" "clear Sir!" lalu mereka bertukar hormat dengan comannder Pier.."dismiss!"...dalam waktu kurang dari 10 menit, mereka sudah berada di lautan...

Orang-orang di Perahu

Mendekati mulut muara..Rowi mengarahkan kemudi perlahan mendekati garis tepian sungai, lembut ombak datang dari lautan mulai terasa menggoyang haluan perahu, kepala-kepala mendongak berusaha mencari pandang..

"jangan berdiri..!" Rowi menggumam tertahan..
"Mingus..coba kau tanda mereka.."

Yang dipanggil "Mingus" adalah lelaki kecil yang duduk di bahagian paling ujung perahu, dia mengangkat sedikit kepala nya lalu mengarahkan pandangan ke depan..mencoba menembus gelap malam dan gelap nya lautan..

"disana!..kanan..kanan..!"

ketajaman matanya dapat melihat kelip kelip setitik cahaya merah berkedip..Rowi pun dengan sigap menahan kemudi ke arah kanan menuju lautan lepas..

"itu mereka..! bersiap semua..!" Tom memberikan perintah kepada anggota Tim sesaat setelah dia meyakini bahwa bayang memanjang hitam berayun diatas ombak adalah perahu yang sedang mereka tunggu..gerak arah perahu semakin meyakinkan dirinya..

Tom tidak tahu siapakah orang-orang yang berada dalam perahu itu..tugas yang diberikan adalah memindahkan seluruh penumpang kedalam boat mereka dan secepatnya meninggalkan perairan Indonesia..

orang-orang di perahu adalah para putra pulau besar itu..nenek moyang mereka dan mereka adalah dilahirkan dan dibesarkan di pulau itu.. Rowi dan ke empat orang teman nya tentunya masih dapat mengingat pada waktu mereka bersekolah..menyanyikan lagu kebangsaan..dengan bangga menghormat..dan saat ini orang-orang yang mengatasnamakan bangsa..memburu mereka setelah sebelumnya merampas orang-orang yang mereka cintai..

sebenarnya mereka tidak ingin lari..mereka tidak ingin meninggalkan tanah lahir mereka..tetapi hanya kematian yang ditawarkan oleh para 'pemburu'..


Selamat tinggal pai tua Mamberamo..

Proses perpindahan penumpang perahu kayu ke perahu boat berlangsung cepat dan sedikit pembicaraan..

"chalie delta to alpha.."
"chalie delta to alpha.." tom mengulang..

"come in Charlie delta.." seorang tinggi besar berjaket tebal menjawab sambil memandang lautan..dari dek komando, sungguh leluasa ia melihat lepas ke garis pantai yang ditandai kelip-kelip lampu, dari hasil pemindaian adalah sebuah dermaga atau mungkin pelabuhan atau mungkin pangkalan para penjaga negeri ini..dan ia sendiri tak ingin keberadaannya diketahui mereka..atau..mission failed..!

"mission accomplished sir..fish on board..heading back to 'big mama'.."

"copy..dont be catch..make sure the fishs are okay..drawn their boat, your approaching gate at north of 'big mama'..untill you are entering international ocean zone, limited your transmit..over.."

Rowi, Mingus, Yombui, Denis, Reiboma..

mereka menghela nafas lega..namun mata mereka masih tak mampu melepas pandang..pulau besar itu semakin menjauh..tak dapat dijelaskan satu-satu perasaan mereka..

Selamat tinggal Pai Tua Mamberamo..sekali-sekali bukan kami tidak mencintai mu..


To Be Continued

9-9-07, Saturday, 16.00







1 comment:

Hendra said...

salut, bro...

gw tunggu lanjutan novel ini