Gerimis Hujan..
I
Saat gerimis datang
dari balik kaca nako aku memandang..matahari tidak hilang
namun ia sedang menuju peraduannya..
Sementara jemari kananku menggenggam selembar uang seratusan kertas
airmataku menetes tanpa suara..
aku melihat..gerimis itu melemahkan rerumputan dan dedaunan tanaman..
sedang airmataku..melelehkan kesedihan yang kurasakan teramat sangat dalam..
sebab aku harus tinggal menunggu dirumah..
" kamu tunggu dirumah ya nak..papa mama pergi kerumah nenek uwa* di Bogor."
Dari balik kaca aku memandang..diantara gerimis hujan..
aku membalas lambaian tangan mama..seraya menyeka air mataku..
II
Saat gerimis datang
dari balik kaca nako aku memandang..kali ini matahari tak menampakkan diri..
hanya sinarnya berpendar suram..diantara hitamnya awan..
sepertinya..hujan akan menumpahkan dirinya..
meredam halilintar yang telah semenjak tadi ganti menyambar..
Hari ini adalah hari ketiga semenjak lambaian tanganku pada mama..
percikan air hujan..mengangkat aroma tanah yang terbasahi..
melangutkan fikiranku..mengapa mereka belum kembali...?
Sesaat akan kutinggalkan jendela..selintas mama membuka pagar..
S E N D I R I..
III
Saat gerimis datang..
kusingkapkan tirai jendela..aku memandang..titik-titik air..
menampiasi kaca jendela besar itu..
Disisi ku..Papa terbaring di ranjang besi..
dengan mata terpejam..hanya hembusan nafas yang memberitahuku..
"papa ada nak.."
masih terngiang di telingaku..kata-kata dari sekelompok orang berbaju putih tadi..
seraya menunjukkan emphaty..seorang yang rambutnya pun sudah memutih..berkata..:
" kemungkinan sembuh tetap ada bu..walaupun benturan di kepala sepertinya cukup keras.."
"sabar ya bu.."
Semenjak itu..hidup kami berubah...
semenjak itu..hidup kami berubah...
semenjak itu..segala sesuatunya dalam hidup kami..tidak sama lagi..
1 comment:
Seperti cerita nyata... aroma kesedihannya sampai juga kepadaku... hikss.....'
Post a Comment