Suatu pagi, aku terbangun dari tidur dan terkejut melihat jam sudah menunjukkan pukul 7.18, wah..kacau, aku kesiangan..
Langsung bergegas mandi dan mengenakan pakaian, ku hela starter motor tigerku dan berangkat ke kantor tanpa sarapan dan berpamitan pada ibu kos ku. Tak kuhiraukan kondisi jalan yang bergelombang dan beberapa genangan air sisa hujan semalam, dalam fikiranku hanya ingin sgera tiba dan tak terlambat absensi.
Mengapa aku begitu takut terlambat ? Karena belum setahun aku bekerja di kantor saat ini, alhamdulillah aku dipercaya oleh boss ku hingga aku pun dihadiahi motor yang saat ini aku kendarai..jenis motor yang aku bermimpi memiliki nya pun tidak berani..sudah barang tentu, aku tidak ingin mengecewakannya dengan datang terlambat..
Setelah lepas dari jalan desa, memasuki jalan raya yang beraspal lebih baik..aku melihat lalu lintas bgt ramai terutama mereka yang menggunakan kendaraan roda dua. Semakin yakin bahwa aku kesiangan sebab biasanya bila aku berngkat keadaan jalan belum seramai itu..
Aku semakin dalam memutar grip gas, motor ku melahap jalan dengan mantap. suatu ketika aku mengambil jalur berlawanan, menyalip kendaraan lain yang juga seakan sedang berlomba-lomba tergesa-gesa..saat itulah di kejauhan aku melihat seorang ibu2 tua sedang berjalan di sisi, perhitungan ku, aku dapat melewatinya tanpa membahayakan dirinya.
pada saat beberapa meter lagi aku akan melewatinya..tiba2 ibu tersebut melangkah agak sedikit ke bahu jalan, rupanya ia menghindari adanya satu genangan air..aku terkejut, aku bisa menabraknya! Dalam hitungan beberapa detik aku berusaha menghindarinya dengan membanting ke kiri, namun karena aku ada di jalur kanan, aku pasti akan bersenggolan dengan kendaraan lain yang ada disebelah kiriku..beruntung ada celah sedikit aku bisa memaksakan masuk tetapi tak terhindarkan terjadinya serempetan..
Bagian tubuh ibu itu tidak terserempet oleh ku, namun jinjingan kantong plastik hitam di tangan kirinya terhantam kaki kananku dan footstep motor..
Yang aku ingat, pada saat kaki ku menghantam..benda di dalam jinjingan ibu tersebut bukan benda keras, seperti aku menendang pasir rasanya..
Aku tetap melaju..aku mencoba mencari pembenaran, kejadian tersebut tidak aku sengaja dan ibu itu tidak tertabrak..tetapi setelah beberapa saat aku bimbang, hati kecilku ingin berhenti melihat keadaan ibu tersebut namun fikiranku seperti ada yang mengatakan untuk terus melanjutkan perjalanan, aku akan semakin terlambat bila berhenti..
Dalam pertentangan itu, aku terus melaju bersama dengan kendaraan lainnya..pada saat itulah, ada satu motor yang mensejajariku, pengemudinya memanggil aku :
"Mas..mas.."
Aku menoleh, kulihat ia seorang laki-laki dan berboncengan dengan seorang wanita..
Sambil bersejajaran tanpa berhenti, ia berkata lagi :
" Mas yang barusan nyerempet ibu2 ya..?"
"Iya mas..kenapa mas..ga apa2 kan ?" Aku balik bertanya sambil dalam hatiku ada perasaan yg tidak enak..
"Ga apa2 mas..cuma kantong kreseknya ibu itu pecah dan beras nya berhamburan.."
"Iya mas, kasihan mas.." Yang wanita ikut berkata Astagfirullah! Ternyata kantong ibu itu berisi beras..!
"Ya ampun, kalau gitu saya balik lagi mas..terimakasih sudah memberitahu" sekilas aku dapat melihat senyuman dari pengendara yang memberitahu itu.. tanpa menunggu jawaban orang tersebut, aku segera berhenti kepinggir jalan kemudian aku memutar balik..
Aku memacu kembali grip gas, aku ingin segera tiba ditempat dmana tadi aku menyerempet ibu2 itu..dalam hatiku bergalau perasaan yang sulit aku jelaskan..
Semakin mendekati, dari kejauhan aku lihat ibu terebut sedang menunduk memunguti butiran beras..sementara di dekatnya, kendaraan-kendaraan melintas kencang tak hirau.. Ada juga beberapa orang didekatnya namun hanya ibu itu sendirian yang tampak memunguti beras yang berhamburan itu..
Ya allah..aku mengucap..masya allah..astagfirullah..betapa kejamnya aku..aku sampai menitikkan airmata membayangkan perasaan ibu itu..
Aku memarkirkan motorku, langsung kuhampiri ibu itu..kubantu ia mengumpulkan beras yang sebagian besar sudah terkotori tanah..
Setelah selesai terkumpul, walau tidak bisa seluruhnya Karena benar2 terkotori oleh tanah..
Aku bimbing ia menjauhi jalan..aku dapat melihat airmatanya..orang2 mulai berkumpul di sekeliling ku..
Dengan menguatkan hatiku..aku bertanya kepada ibu itu :
" Ibu, ibu tadi beli beras berapa liter ?"
Tampak bingung dengan pertanyaanku, sambil menyeka airmatanya..ia melihat kepadaku..mengamati wajahku..
" Itu tadi ada motor nyrempet saya, kena tentengan beras saya..jadi tumpah..motor nya jalan terus.."
Kucoba tersenyum..
"Iya bu..ibu tadi beli beras berapa liter.." Kembali ku ulangi namun intonasi ku semakin parau..
" Saya beli beras 5 liter sekalian saya beli minyak tanah.."
"Berapa harga per liter nya bu.."
" Perliter 2.500.." Walau masih bingung akan maksudku, ibu itu tetap menjawab..
"Ibu.. Ini tolong diterima uang dari saya sebagai pengganti beras ibu yang tumpah..sayalah orang yang tadi nyerempet ibu..saya benar2 menyesal dan saya mohon maaf serta ampunan ibu atas perbuatan saya..saya buru2 sampai tidak hati2 dan tega meninggalkan ibu.."
Ibu itu tidak menjawab..seperti terkejut dengan apa yang aku sampaikan..aku sudah siap apapun yang akan terjadi, apakah ibu itu akan marah2..ataukah orang2 yg disekelilingku, yang mendengar semua yang aku katakan, akan melakukan yang terburuk yang aku bayangkan..aku pasrah..aku salah..
" Maafin saya bu.." Aku berkata lagi..
"Tapi de..uang ini kebanyakan, lebih daripada harga berasnya.." Ya Allah..aku semakin tersungkur rasanya..
" Tidak apa2 bu..saya mohon ibu terima ya..dan maafin saya.."
" Udah bu..terima uang dari bapak itu, sudah beras yang sisa itu ga usah dipungut lagi.." Tiba2 ada yang berkata dari kerumunan orang itu..
"Ya de..makasih ya.." Kata sang ibu
" Bu..maafin saya ya.." Aku meraih tangannya..rasanya aku belum lega..
" Iya saya maafin..hati2 kalo naek motor..jgn ngebut..biar selamet dah ya.."
" Iya bu..makasih bu.."
Akupun segera berpamitan..juga dengan warga yang berkumpul..alhamdulillah..apa yang buruk yang aku bayangkan tidak terjadi walaupun aku sudah pasrah..
Aku sempat berkata dalam hati, aku akan mencari ibu itu lagi..aku ingin membantunya lebih banyak lagi..karena kebetulan pada saat itu aku tidak dalam keadaan punya uang banyak..walaupun aku tahu dari sikap ibu itu..uang tidak merubah kata hatinya..setidaknya aku ingin menjalin silaturahmi..
Akhirnya..aku pun melanjutkan perjalan menuju kantor..dalam benakku sepanjang jalan aku sangat bersyukur bhw akhirnya aku memilih kembali lagi menemui ibu tersebut..dikuatkan oleh ingatan yang diberikan pengendara itu..
ada beberapa hal setelah kejadian tersbut, kemudian aku renungi:
1. Suara pengendara itu sungguh lembut tetapi terdengar jelas oleh telingaku, sedangkan kami pada saat itu sama2 berkendara dan diantara pengendara motor lainnya.
2. Wajah pengendara lelaki terlihat cakap dan bersih dan selalu tersenyum demikian pula wanita yang diboncengi nya, tampak cantik dan teduh..walau keduanya mengenakan helm..namun kenapa seolah aku bisa melihatnya utuh..?
3. Aku berusaha mengejar mereka, tapi tidak aku temukan lagi..bahkan di hari2 berikutnya..
4. Ibu itu pun setiap pagi aku tidak lagi melihatnya
No comments:
Post a Comment